Tampilkan postingan dengan label Cerpen/KumCer/Cerita dari Jasmine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen/KumCer/Cerita dari Jasmine. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Mei 2014

CerPen: Si Cantik Nadia (part 6)

    Nadia duduk ke bangkunya dengan nafas lega
  "Nadia, selamat deh! Kirain aku, kamu mau diapain!" sahut Vannya sambil merangkul bahu sahabatnya sebentar
    "Iya. Aku juga kaget, Va. Kirain aku, aku mau dihukum.. Hehe," jawab Nadia
*
   Sementara itu, Chintya iri dan curhat pada  Vasita "Eh, Ta. Nadia nyebelin banget sih! Lihat aku donggg,"
    "Yaaaa, kalo kamu kesel, bilang dong, sama orangnya!" ujar Vasita
    "Ok. Aku gak mau bilang, tapi aku mau ngejailin Nadia! Liat aja! Walaupun 2 lawan 3, yang 2 pasti bisa menang!!!!" Chintya tak sadar bahwa teriakannya pecah pada saat kelas sepi. Untung saja, yang lain tidak tahu bahwa Chintya akan menjaili Nadia. Tapi kedua sahabat Nadia tau! Mereka mendengar semua omongan Chintya. Maka dari itu, dari pelajaran pertama sampai istirahat, Vannya dan Sisy diam-diam melindungi Nadia. Tetapi Nadia bingung, kenapa sahabatnya begitu aneh sikapnya
* Saat istirahat *
    "Nadi, kamu jalan duluan deh! Kami dibelakang," ujar Vannya
    "Hah? Kok kalian aneh sih, sejak pelajaran pertama? Emang ada apa sih?" tanya Nadia
(Bersambung)

Senin, 12 Mei 2014

CerPen: Si Cantik Nadia (part 5)

  Chintya, anak perempuan yang centil, dan sombong. Tetapi dia juga pintar. Ia selalu juara dua atau tiga melihat ke arah Nadia dengan perasaan jengkel. Chintya mempunyai satu sahabat bernama Vasita. Ia berkata pada Vasita "Eh, Ta. Lihat Nadia deh. Dia itu pasti pengen dipuji-puji. Sombong banget sih!"
    "Hei, udahlah! Biarin aja. Ada hubungannya sama kita?" jawab Vasita
    "Ya adalah! Dia itu udah merebut kecantikan aku," ujar Chintya dengan gaya centil
    "Iya-iya! Kamu memang paling cantik di kelas ini!" sahut Vasita. Chintya tersenyum tetapi ia tetap melihat ke arah Nadia. Ia tetap kesal pada Nadia. Beberapa menit, Bu Meli datang,
    "Assalamu'alaikum warrohma tullahi wabarokatuh. Selamat pagi, Murid-muridku Sayang," sapa Bu Meli
    "Waalaikumsalam warrohma tullahi wabarokatuh. Selamat pagi, Bu Meli...!" jawab murid-murid
Bu Meli melihat sebelah Vannya, yaitu Nadia. Bu Meli tersenyum dan berkata "Nadia sayang, sini dulu bentar,"
  Nadia mengikuti saja perintah Bu Meli. Disaat ia jalan ke depan, ia bertanya-tanya dalam hati: Lho! Kenapa aku dipanggil? Memangnya aku salah apa, ya? Ia maju kedepan dengan perasaan tegang dan khawatir. Nadia terseyum tipis karena malu. Sebenarnya ia belum tau kenapa ia dipanggil, ia malu dan berusaha selalu tersenyum walaupun itu marah, kesal, ceria, ataupun malu
    "Anak-anak, lihatlah Nadia," Bu Meli berkata sambil memegang kedua pundak Nadia "Anak-anak perempuan, lihat Nadia, ya,"
Anak-anak perempuan melihat Nadia dengan perasaan kagum. Nadia masih tegang. Belum tau ia mau diapakan
    "Tirulah Nadia. Nadia berambut panjang, tetapi ia meminta Ibunya untuk mengepang seperti ini. Dan poni Nadia, tirulah juga. Nadia berpenampilan bagus sekali," puji Bu Meli. Nadia terbelalak, ia lega sekaligus kaget bahagia. "Silahkan duduk, Nadia." sahut Bu Meli
(Bersambung)

Rabu, 30 April 2014

CerPen: Si Cantik Nadia (part 2)

    Mereka sekeluarga menghabisi makanan yang dibuat oleh Ibu. Saat semua makanan habis, mereka merasa  kenyang. Dan Nadia membantu membawa piring yang kotor, lalu Ibu mencucinya. Setelah dicuci, Nadia mengelapnya
    "Terima kasih, Sayang. Sekarang, Nadia istirahat dulu. Terus belajar, ya," ujar Ibu
Nadia mengangguk. Nadia segera naik ke lantai atas dan segera masuk ke kamar diikuti Nici
    "Nah, sekarang, aku mau belajar! Ayo temani aku belajar, Nici," ajak Nadia. Nici menurut. Nici tidur istirahat disebelah kursi Nadia dan Nici tidur di bawah. Nadia tersenyum, lalu ia mulai mengerjakan PR-nya.
*
    Setelah selesai belajar, Nadia menyiapkan peralatan sekolah dan ternyata sudah jam 17.50! Sudah adzan Maghrib. Ia turun ke bawah. Membawa mukena ke ruang sholat lalu mereka sholat berjamaah
*
Esoknya...
    Nadia bangun pukul 04.00 "Hoahm... Alhamdulillah," kata Nadia
Ternyata, Nici pun sudah bangun. Ayah dan Ibu pun sudah bangun. Dan biasanya, Kakak bangun jam 05.00, jadi mungkin dia saja yang telat bangun.
    Nadia mengambil baju dalam, kimono mandi, lalu dia mengambil handuk untuk mandi. Nadia bertemu Ibu dan Ibu berkata "Wah, kepangan rambut Nadia dilepas.. Jadi rambut Nadia berantakan,"
    "Iya, Bu. Nanti, kepangin Nadia lagi, ya," pintanya. Ibu mengangguk
Nadia segera ke kamar mandi dan tidak lupa membaca do'a sebelum masuk kamar mandi
*
    Nadia sudah selesai mandi. Ia seperti biasa memakai kimono mandi dan menjemur handuk. Sesampai di kamar, Nadia mengingat seragam apa yang harus ia pakai
    "Aha!" kata Nadia ingat.
Ia mengeluarkan seragam putih dan disusul rompi warna pink untuk anak perempuan dan diberi dasi berwarna hitam. Rok Nadia dibawah lutut berwarna putih,pink,dan hitam dan bermotif kotak-kotak
Ibu datang
    "Sudah siap dikepang, Anakku?"
    "Sudah dong, Bu," jawabnya
Nadia meminta dikepang dua, lalu diberi accessories pita merah dan berponi kedepan. Manis sekali!
Tetapi, Nadia tidak centil, sombong, dan berhati busuk loh. Nadia orangnya ramah, cantik, manis, dan pintar!
(Bersambung)
Jasmine~
Ikuti lagi ya ceritanya!

CerPen: Si Cantik Nadia

Jasmine mau bagi-bagi CerPen bikinan Jasmine nih! baca ya
Jasmine~
Pada suatu hari, hiduplah anak perempuan berumur 10-11. Ia berambut cokelat panjang. Ia suka kerepotan dengan rambutnya yang indah... Pada hari Minggu, Ibunya mengusulkan bagaimana kalau dikepang saja. Dan anak perempuan itu menurut. Ibu membantunya mengepang. Panjang rambutnya sampai punggung. Sungguh indah dan cantik anak itu saat sudah selesai dikepang. Anak itu bernama Nadia Andien. Nadia sangat suka dikepang satu dan kepangan itu dipindahkan ke bahu kirinya
    "Ibu, bagaimana penampilanku sekarang?" tanya Nadia
    "Sungguh cantik, Sayang. Ibu senang mempunyai anak secantikmu," jawab Ibu tersenyum sambil mengelus rambutnya yang lembut berwarna cokelat. Nadia tingginya sudah sebahu Ibunya. Karena Nadia selalu minum susu
    "Terima kasih, Bu," Nadia senang sambil memeluk Ibu. Ibu membalas pelukan Nadia dan tersenyum lagi
Mereka sedang berada dalam kamar Nadia. Nadia menyukai warna ungu-pink, maka dari itu, kamarnya berwarna ungu dan atapnya berwarnya pink
    "Sekarang, Nadia mandi, sholat, lalu makan sore. Sesudah makan sore, Nadia belajar, ya," pinta Ibunya. Nadia memang beragama Islam. Ia rajin sholat lima waktu.
    Nadia pun menurut, ia langsung pergi ke lantai bawah, untuk mandi. Ibu segera ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk makan sore. Oh iya, kepangan Nadia tidak dilepas oleh Nadia, lho. Tetapi, Nadia mengikat kepangan itu dengan ikat rambutnya dan diikat seperti disanggul. Maka, rambut Nadia pun tidak basah
    Setelah selesai mandi, Nadia berwudhu di kamar mandi sebelum meninggalkan kamar mandi. Nah, setelah itu, Nadia menjemur handuknya, lalu pergi ke kamar dengan kimono mandinya yang berwarna ungu ber-polkadot putih. Lalu di kamar, Nadia memilih piyamanya yang bergambar teddy-bear dan warna dasar piyama itu adalah cokelat. Ia segera mengeluarkan mukena kecilnya lalu mengeluarkan sajadahnya pula, lalu Nadia siap untuk sholat Ashar
    Tepat sekali saat Nadia selesai sholat dan melipat mukenanya, Ibu memanggil Nadia untuk turun dan makan sore bersama keluarganya
    "Ya, Bu! Sebentar! Nadia lipat mukena dulu!" sahut Nadia setengah teriak
Nadia selesai melipat mukena, dan dia segera turun kebawah. Tampak sudah ada Ayah, Kakak laki-lakinya, Ibu, dan juga Nici, kucingnya. Nadia segera duduk. Ayah dan Kakak duduk sebelahan di depan Nadia dan Ibu
    "Menunya apa, Bu?" tanya Nadia
    "Ibu bikin nasi goreng sosis, minumnya teh manis hangat, dan dessert-nya pancake saus cokelat," kata Ibu mantap
    "Asyik! Pasti enak! Sudah selesai makannya, Bu? Mau Nadia bantu?"
    "Sudah, Sayang. Nih, udah jadi,"
Seketika, Ayah berbicara "Wah, rambut Nadia baru, ya?"
    "Iya, Ayah! Ibu yang mengepangnya!" seru Nadia girang.
Ibu tersenyum sambil membagikan makanan yang ia bikin. Ayah mengangguk dan dalam hatinya, ia berkata anakku memang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Istriku juga hebat. Terima kasih, Ya Allah...
(Bersambung)
Bagaimana? Bagus kan? Nanti diteruskan lagi, yaa
-Jasmine~

Template by:

Free Blog Templates